March 3, 2021

IHT Guru dan Karyawan SMA Negeri 1 Godean pada Masa Pandemi Covid-19

  1. IHT tentang Karya Tulis Ilmiah dan Pemanfaatan Media Pembelajaran selama KBM Jarak jauh.

Untuk meningkatkan kompetensi pendidik di SMA Negeri 1 Godean maka pada tanggal 30 November 2020 diadakan In House Training (IHT) dengan materi Karya Tulis Ilmiah. Narasumber yang diundang adalah Ibu Dra. Warih Jatirahayu, M.Si. Kepala SMP N 1 Pakem, satu-satunya guru di Daerah  Istimewa Yogyakarta yang sudah menjabat Guru Utama Golongan IV/e.

Pada pengarahan Kepala Sekolah, Bapak Maryono, S.Pd., M.Pd. menjelaskan untuk IHT kali ini memang mengambil materi apa yang paling dibutuhkan oleh para guru SMA Negeri 1 Godean saat ini yaitu tentang penulisan karya tulis ilmiah agar para guru lancar dalam kenaikan pangkat. Selain itu berdasarkan hasil supervisi akademik diketahui beberapa guru masih lemah pada perencanaan dan pemanfaatan media pembelajaran.

Narasumber menguraikan kiat-kiat agar guru bisa naik pangkat dan memberikan motivasi kepada para guru SMA Negeri 1 Godean agar mau mencoba dan tidak bosan untuk menulis. Melalui tulisan, selain ilmu dapat tersimpan juga agar bisa digunakan untuk keperluan-keperluan lain misal menambah potofolio guru dan bisa diajukan untuk naik pangkat. Tidak bisa dipungkiri saat ini masih banyak guru yang kesulitan naik pangkat karena kurang rajin menghasilkan karya tulis ilmiah. Beberapa karya tulis yang bisa ditulis guru antara lain Penelitian Tindakan Kelas (PTK), best practice, modul, diktat, atau buku non ilmiah.

Di hari yang sama sesi kedua, tampil narasumber Ibu Murwati Widiani, M.Hum. yang menyampaikan tentang Pemanfaatan Media untuk Pembelajaran. Materi ini sesuai dengan kebutuhan guru untuk digunakan saat kegiatan belajar mengajar secara daring pada masa pandemi Covid-19. Guru harus memperkaya pengetahuan dalam pemakaian media agar peserta didik tidak bosan saat KBM daring.

Narasumber penyampaikan tentang jenis-jenis media pembelajaran yang dapat digunakan pada masa pandemi Covid-19 ini disesuaikan dengan kondisi KBM yang memakai elearning SMAN 1 Godean. Narasumber memperkenalkan penggunaan Quiziz. Kebetulan sebagian guru SMA Negeri 1 Godean sudah memakai Quiziz sejak setahun lalu. Guru juga diminta membuat pemetaan penggunaan media pembelajaran yang akan dipresentasikan pada IHT SMA Negeri 1 Godean tanggal 2 Desember 2020.

 

 

  1. IHT tentang AKM

Pada Tanggal 7 Januari 2021 di Ruang Rapat Lantai II SMA Negeri 1 Godean diadakan IHT bagi para guru tentang pelaksanaan Asesmen Kompetensi Minimum (AKM). Narasumber kegiatan tersebut adalah bapak Dr. Sugiyanto, M.Pd. dari LPMP DIY. Narasumber melakukan sosalisasi tentang AKM kepada para guru, dilanjutkan pemberian contoh-contoh soal-soal AKM yang diambil dari website Kemdikbud.

Pengarahan Kepala Sekolah, Ibu Dra. Anies Racmania SS., M.Pd., menjelaskan bahwa Asesmen Kompetensi Minimum (AKM) direncanakan oleh Kemdikbud akan dilaksanakan pada kelas XI tahun 2021 ini. Untuk membekali para guru tentang pemahaman apa itu AKM, apa tujuan AKM, kapan pelaksanaannya, dan terutama agar para guru memperoleh gambaran tentang bagaimana contoh-contoh soal AKM. Untuk itu sekolah mengundang narasumber yang kompeten tentang AKM.

Berdasarkan paparan tersebut, para guru SMA Negeri 1 Godean jadi lebih memahami tentang tujuan AKM. Asesmen Nasional 2021 adalah pemetaan mutu pendidikan pada seluruh sekolah,  madrasah, dan program kesetaraan jenjang dasar dan menengah. Mutu pendidikan diukur menggunakan 3 instrumen, yaitu: AKM, survei karakter, dan survei lingkungan belajar. AKM untuk mengukur literasi membaca dan numerasi  sebagai hasil belajar kognitif. Survei karakter untuk mengukur sikap, kebiasaan, nilai-nilai  (values) sebagai hasil belajar non-kognitif. Sedangkan survei lingkungan belajar untuk mengukur kualitas pembelajaran dan iklim  sekolah yang menunjang pembelajaran.

AKM meliputi dua yaitu literasi membaca dan numerasi. Literasi membaca adalah kemampuan untuk memahami,  menggunakan, mengevaluasi, merefleksikan  berbagai jenis teks untuk menyelesaikan  masalah dan mengembangkan kapasitas  individu sebagai warga Indonesia dan warga  dunia agar dapat berkontribusi secara  produktif di masyarakat. Numerasi adalah kemampuan berpikir menggunakan konsep,  prosedur, fakta, dan alat matematika untuk  menyelesaikan masalah sehari-hari pada berbagai  jenis konteks yang relevan untuk individu sebagai  warga negara Indonesia dan dunia. Baik pada soal literasi membaca maupun numerasi terdiri atas komponen konten, proses kognitif dan konteks. Bentuk soal bisa berupa soal obyektif (pilihan ganda, pilihan ganda kompleks, menjodohkan, isian singkat) dan soal non obyektif (esay).

Survei karakter dilakukan karenan pendidikan bertujuan mengembangkan  potensi murid secara utuh dan Asesmen nasional mendorong  mengembangkan sikap, nilai (values), dan  perilaku yang mencirikan Pelajar Pancasila. Perilaku pejar Pancasila: beriman bertakwa kepada Tuhan YME dan berakhlak mulia, berkebhinekaan global, bergotong royong, kreatif, mandiri, dan bernalar kritis.

Survei lingkungan belajar untuk mengukur iklim belajar dan iklim satuan pendidikan yang meliputi 5 indikator. Pertama, iklim keamanan sekolah yang meliputi keamanan dan well being siswa, sikap dan keyakinan guru, dan kebijakan & program sekolah. Kedua, iklim kebhinekaan sekolah meliputi praktik multikultural di kelas, sikap & keyakinan guru/kepsek, dan kebijakan dan program sekolah. Ketiga, indeks Sosial Ekonomi terdiri dari pendidikan orang tua, profesi orang tua, dan fasiilitas belajar di rumah. Keempat, kualitas Pembelajaran meliputi manajemen kelas, dukungan afektif, dan aktivasi kognitif. Kelima, pengembangan guru meliputi refeksi dan perbaikan pembelajaran dan dukungan untuk refleksi guru (kontributor: Tri Ismiyati).

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*