Dongeng merupakan salah satu karya sastra yang masih eksis hingga saat ini. Hadirnya dongeng di tengah masyarakat, memberikan dampak bagi psikologis masyarakat tersebut. Dongeng bersifat dinamis, sehingga selalu berjalan selaras dengan kehidupan masyarakat. Era globalisasi seperti sekarang, dongeng menjadi beragam cara penyampaiannya. Dengan itu, hadirnya event “Jogja Mendongeng 2023” yang digagas oleh Dinas Kebudayaan Daerah Istimewa Yogyakarta menjadi wadah bagi para pendongeng menyalurkan hobi sekaligus dengan memberikan wawasan dengan media yang berbeda dalam mendongeng.
Dalam menghadiri event yang digelar di IFI-LIP Yogyakarta pada 24 Agustus 2023, SMA Negeri 1 Godean turut meramaikan dengan adanya dua siswa yang mengikuti event tersebut. Event yang mengusung tema Masa Kecil ini diikuti oleh Prawiro Negoro Joyo Atmo dari kelas X D dan Anindita Asha Hameeda dari kelas X A. Mereka tampil dengan sistem kelompok. Dengan membawakan dongeng semasa kecil berjudul Kisah Angsa Bertelur Emas ternyata branding Kak Pra dan Kak Anin ini cukup diminati oleh penonton. Penonton terlihat antusias dengan cerita yang dibawakan dengan metode monolog dan akting.
Penampilan Kak Pra dan Kak Anin sukses membungkam penonton sehingga penonton (yang mayoritas anak balita) terlihat terkesan terlebih pada saat Kak Pra dan Kak Anin mengajak interaksi penonton dengan cara memberikan hadiah berupa coklat dan mengajak penonton bernyanyi bersama.
Acara yang digelar pada pukul 15.00 WIB itu telah sukses menampilkan pendongeng handal di Yogyakarta. Tak hanya Kak Pra dan Kak Anin, pendongeng lain seperti Kak Henokh, Padma Kebon, Asita, dan lainnya telah memenuhi kurasi yang tekah diadakan sebelumnya oleh Agustinus Sani sebagai salah satu kurator Jogja Mendongeng 2023.
Setelahnya diharapkan bahwa generasi muda terutama anak muda bisa bereksplorasi dengan berbagai macam cara untuk mendongeng. Sehingga, saat ini dongeng tidak lagi menjadi hal yang menjenuhkan tetapi juga sebagai ajang yang menuntut kreatifitas dan kemampuan para pendongeng untuk membawakan dongeng dengan tidak monoton.(Winda)