GODEAN – SMA Negeri 1 Godean menggelar skrining kesehatan bagi seluruh siswa kelas X,
XI, dan XII selama tiga hari, Rabu hingga Jumat (14-16/10/2026). Sekolah bekerja sama dengan
petugas Puskesmas Godean 2 dalam pelaksaan kegiatan ini.
Pelaksanaan skrining dibagi berdasarkan jenjang kelas agar proses pemeriksaan berjalan tertib
dan tidak mengganggu kegiatan belajar secara keseluruhan. Siswa kelas X mendapat giliran pada
Rabu (14/10/2026), disusul siswa kelas XI pada Kamis (15/10/2026), dan siswa kelas XII pada
Jumat (16/10/2026).
Skrining ini tidak hanya menyasar kesehatan fisik, tetapi juga kesehatan jiwa. Secara
keseluruhan, terdapat enam aspek yang diperiksa. Aspek pertama adalah riwayat penyakit tidak
menular, yang bertujuan mengetahui apakah siswa memiliki riwayat penyakit kronis yang perlu
dipantau. Aspek kedua adalah skrining diabetes melitus untuk mendeteksi risiko gangguan kadar
gula darah sejak dini.
Aspek ketiga dan keempat adalah skrining hepatitis B dan C serta skrining tuberkulosis (TBC).
Kedua jenis skrining ini penting karena penyakit menular tersebut kerap tidak langsung
menimbulkan gejala sehingga baru disadari setelah kondisinya berat. Dua aspek terakhir adalah
pemeriksaan kesehatan jiwa dan skrining kebugaran. Pemeriksaan kesehatan jiwa membantu
mengenali kondisi emosional dan psikologis siswa, sedangkan skrining kebugaran memberi
gambaran tingkat kebugaran jasmani siswa.
Petugas Puskesmas Godean 2 mendampingi jalannya pemeriksaan dari awal hingga akhir.
Keterlibatan tenaga kesehatan memastikan setiap pemeriksaan ditangani sesuai bidangnya
sehingga hasilnya dapat dipertanggungjawabkan. Siswa dipanggil bergiliran per kelas dan
melewati tiap tahapan pemeriksaan sesuai alur yang telah disiapkan.
Kegiatan ini sejalan dengan upaya sekolah menciptakan lingkungan belajar yang sehat. Masa
remaja merupakan fase penting dalam pertumbuhan, sehingga deteksi dini terhadap berbagai
masalah kesehatan akan sangat membantu. Dengan kondisi yang terpantau sejak awal, potensi
gangguan kesehatan dapat segera ditangani sebelum berdampak pada prestasi belajar maupun
aktivitas sehari-hari siswa.
Pihak sekolah berharap skrining kesehatan ini memberikan manfaat nyata bagi seluruh peserta
didik. Selain memperoleh gambaran kondisi kesehatannya, siswa diharapkan lebih sadar akan
pentingnya menjaga pola hidup sehat. Siswa yang sehat jasmani dan rohani diharapkan lebih siap
mengikuti pembelajaran dan mengembangkan potensinya secara optimal. — Tim Konten
SMAGO



