oplus_0

Gerakan Anti Nyontek Warnai Pelaksanaan ASAT SMA Negeri 1 Godean

Seluruh peserta didik SMA Negeri 1 Godean melaksanakan Asesmen Sumatif Akhir Tahun (ASAT) yang
berlangsung mulai 29 Mei hingga 10 Juni 2026. Kegiatan ini merupakan bagian penting dari proses
pembelajaran karena hasil ASAT digunakan untuk memperoleh data dan informasi yang akurat sebagai
dasar dalam penentuan kenaikan kelas peserta didik.
Mengingat pentingnya fungsi ASAT, pelaksanaannya tidak hanya berfokus pada pencapaian hasil
akademik, tetapi juga pada pembentukan karakter peserta didik. Oleh karena itu, seluruh rangkaian
asesmen dilaksanakan dengan menjunjung tinggi nilai kejujuran, integritas, dan tanggung jawab, serta
menjauhkan segala bentuk tindak kecurangan.
Sebagai upaya menciptakan pelaksanaan ASAT yang jujur dan berintegritas, Tim ASAT SMA Negeri 1
Godean menyediakan link layanan aduan atau pelaporan tindak kecurangan yang dapat diakses oleh
seluruh peserta asesmen. Melalui mekanisme ini, setiap warga sekolah memiliki kesempatan untuk
turut menjaga suasana asesmen yang adil dan kondusif.
Selain itu, sekolah juga menginisiasi “Gerakan Siswa Pelopor Anti Nyontek” yang melibatkan lima orang
siswa dari setiap kelas. Para pelopor ini berperan sebagai agen perubahan yang mengajak teman-
temannya untuk mengedepankan kejujuran dalam mengerjakan asesmen. Kehadiran mereka
diharapkan dapat menumbuhkan budaya akademik yang sehat dan memperkuat kesadaran bahwa
prestasi yang diraih melalui usaha sendiri memiliki nilai yang jauh lebih bermakna.
Kepala sekolah menyampaikan bahwa hasil asesmen yang diperoleh secara jujur akan memberikan
gambaran kemampuan peserta didik yang sesungguhnya. Dengan demikian, sekolah dapat menyusun
tindak lanjut pembelajaran yang tepat, sementara peserta didik dapat mengenali potensi dan area yang
masih perlu ditingkatkan.
Pelaksanaan ASAT yang jujur dan bebas dari tindak kecurangan juga merupakan bagian dari upaya
mewujudkan visi SMA Negeri 1 Godean, yaitu “Terwujudnya Lulusan Yang Berkarakter, Berprestasi, Dan
Berintegritas”. Kejujuran dalam asesmen menjadi fondasi penting dalam membentuk generasi yang
tidak hanya unggul secara akademik, tetapi juga memiliki moral dan etika yang kuat. (Suharyadi)