Godean, 17 Juli 2026 – Suasana Lapangan Upacara SMA Negeri 1 Godean pada Jumat, 17 Juli
2026, dipenuhi semangat kebersamaan saat seluruh murid mengikuti kegiatan “Deklarasi
Pelajar Jogja Santun dan Cinta Damai”. Kegiatan ini menjadi wujud nyata komitmen sekolah
dalam membangun karakter peserta didik yang berakhlak mulia, menjunjung tinggi nilai-nilai
kemanusiaan, serta menciptakan lingkungan belajar yang aman, nyaman, dan harmonis.
Deklarasi diawali dengan pembacaan ikrar oleh perwakilan siswa yang kemudian diikuti secara
serempak oleh seluruh murid SMA Negeri 1 Godean. Dalam deklarasi tersebut, seluruh warga
sekolah menyatakan komitmen untuk menolak segala bentuk kekerasan, perundungan
(bullying), dan intoleransi. Selain itu, mereka juga bertekad menolak penggunaan maupun
peredaran narkoba, obat keras, serta minuman beralkohol di lingkungan sekolah.
Tidak hanya itu, para peserta juga berjanji untuk tidak terlibat dalam aktivitas pornografi dan
pornoaksi, berani melaporkan setiap bentuk pelanggaran yang diketahui kepada guru atau
pihak sekolah, serta siap menjadi agen perubahan dalam mewujudkan lingkungan sekolah dan
pergaulan yang santun, aman, serta damai. Melalui deklarasi tersebut, seluruh warga sekolah
juga meneguhkan komitmen untuk menjadi generasi yang bertanggung jawab, bermoral, dan
mampu memberikan kontribusi positif bagi kemajuan bangsa dan negara.
Sebagai simbol penguatan komitmen bersama, kegiatan dilanjutkan dengan penandatanganan
naskah deklarasi yang diawali oleh Kepala SMA Negeri 1 Godean, jajaran Wakil Kepala Sekolah,
unsur Muspika Kecamatan Godean, kemudian diikuti oleh seluruh murid. Penandatanganan ini
menjadi bukti bahwa seluruh elemen sekolah memiliki tanggung jawab yang sama dalam
menjaga terciptanya budaya sekolah yang positif dan bebas dari berbagai bentuk pelanggaran.
Melalui Deklarasi Pelajar Jogja Santun dan Cinta Damai, SMA Negeri 1 Godean berharap seluruh
warga sekolah memiliki komitmen yang kuat untuk terus menumbuhkan budaya saling
menghargai, peduli, dan bertanggung jawab. Semangat kebersamaan ini diharapkan mampu
menciptakan lingkungan sekolah yang aman, nyaman, inklusif, serta bebas dari bullying,
sehingga seluruh peserta didik dapat belajar, berkembang, dan meraih prestasi secara optimal
dalam suasana yang penuh kedamaian. (Suharyadi)



